Mengungkap Misteri Stunting: Penyebab, Ciri-ciri, Dampak, dan Upaya Pencegahan

Ditinjau oleh apt. Ayu Prastiwi, M.Farm., 11 Januari 2024


Stunting adalah kondisi pertumbuhan anak yang terhambat dan seringkali terjadi pada masa awal kehidupan dan dapat memberikan dampak stunting jangka panjang terhadap kesehatan dan perkembangan anak. Di Indonesia, masalah stunting masih menjadi perhatian serius mengingat angka kejadian yang cukup tinggi. Penyebab stunting merupakan masalah kesehatan yang dipengaruhi oleh beragam faktor: pengetahuan ibu yang rendah, pola asuh orang tua yang kurang tepat, status gizi yang kurang, berat badan lahir rendah, dan status ekonomi keluarga yang rendah memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian stunting pada anak.


Stunting dapat memberikan dampak serius terhadap perkembangan fisik dan mental anak, meningkatkan risiko penyakit kronis, dan bahkan dapat mempengaruhi produktivitas di masa dewasa.


Ciri ciri stunting dapat dilihat dari tinggi badan anak yang jauh di bawah standar normal, perkembangan fisik dan mental yang lambat, serta risiko tinggi terhadap penyakit infeksi.


Indonesia masih menghadapi tantangan besar terkait stunting, terutama di daerah-daerah dengan akses terbatas terhadap nutrisi yang memadai. Faktor ekonomi, pendidikan, dan sanitasi juga memainkan peran dalam prevalensi stunting di indonesia.


Cara mencegah stunting adalah dengan melibatkan upaya-upaya seperti pemberian nutrisi yang baik sejak dini, penyediaan sanitasi yang bersih, edukasi mengenai pola makan yang sehat, dan perhatian khusus pada ibu hamil.


Asam Folat dan Kalsium adalah Nutrisi Pencegahan Stunting


Folic Acid (Asam Folat), juga dikenal sebagai vitamin B9, memegang peran penting dalam pencegahan stunting. Manfaat asam folat adalah dalam pembentukan sel darah merah, pertumbuhan jaringan, dan fungsi saraf. Asupan yang cukup dapat mendukung kesehatan otak dan sistem saraf. Ibu hamil memerlukan suplementasi asam folat untuk mencegah kelainan tabung saraf pada janin, serta mengurangi risiko stunting dan gangguan pertumbuhan lainnya.


Kalsium juga memainkan peran kunci dalam pertumbuhan dan perkembangan anak-anak juga membantu pembentukan tulang dan gigi yang kuat. Manfaat kalsium juga mendukung fungsi otot, pengaturan tekanan darah, dan proses pembekuan darah. Asupan kalsium yang memadai dapat membantu mencegah stunting dengan mendukung pertumbuhan tulang yang optimal pada anak-anak sehingga menjadi elemen penting dalam diet sehat anak.


Pendidikan masyarakat dan perhatian penuh terhadap gizi anak-anak menjadi kunci untuk mengatasi masalah stunting di Indonesia. Tambahkan suplementasi dalam menu sehari-hari agar mendapatkan kesehatan yang maksimal. DHC Folic Acid + Vit B mengandung Asam Folat 400 mikro gram setara dengan nutrisi 360 gram bayam Jepang. Memenuhi kebutuhan Asam Folat harian ibu hamil dan menyusui, dilengkapi dengan kandungan Vitamin B2, B6 dan B12 yang mampu mengoptimalkan pembentukan sel darah merah serta mengoptimalkan kerja syaraf.


Nutrisi harian ibu dan anak juga dapat dimaksimalkan salah satunya dengan DHC Calcium + CBP, dilengkapi CBP (Concentrated Bovine Milk-Whey Active Protein) yang berfungsi mengoptimalkan penyerapan Kalsium pada tubuh sehingga mampu meningkatkan kepadatan dan kekuatan tulang. 4 tablet setara dengan kandungan CBP dalam 8 liter susu. Rasa susu enak dikunyah, tidak meninggalkan bubuk putih dan tidak menempel di tenggorokan, sehingga anak-anak dan orang tua dapat menikmatinya dengan nyaman.


Suplemen DHC bisa didapatkan di berbagai apotek dan supermarket di Jabodetabek dan online marketplace kesayanganmu. Kamu juga bisa berkonsultasi dengan apoteker DHC di sini.


Reference:

Yanti ND., Betriana F., dan Kartika IR. 2020. Faktor Penyebab Stunting Pada Anak: Tinjauan Literature. Real in Nursing Journal (RNJ)., 3(1).

Anastasia H., Hadju V., Hartono R., et al., 2023  Determinants of stunting in children under five years old in South Sulawesi and West Sulawesi Province: 2013 and 2018 Indonesian Basic Health Survey. Plos One.10;1371.

Marliana H., Triana A., and Fanora E. 2022. Causes of Stunting in Toddlers: Literature Review. International Journal of Multidisciplinary Research and Growth Evaluation. 

Osnawati H., Marsaoly, Wijayanti., Ambarika R., and Maria S. 2021. Analysis of the Causes of Stunting in Toddlers in the Work Area of Gandasuli Community Health Center South Halmahera Regency North Regency North Maluku (Qualitative Study). Journal for Quality in Public Health.4;330-344.

Wicaksono et al. 2020. Determinant of stunted children in Indonesia A Multilevel Analysis at the Individual, Household, and Community Levels. 15(1)48-53. 

Agnia D., and Fikawati S. 2023. Nutrition Intake as a Risk Factor of Stunting in Children Aged 25-30 Months in Central Jakarta, Indonesia. J. Gizi Pangan, 18; 117-126.

Yuk share artikel ini